KEZIA

“Kezia…..!!  ayo bangun sayang  ini sudah jam setengah tujuh, sebentar lagi pak Mulyo akan datang .” Sahut Bunda memanggilku. Iya Bunda ! “huh… di pagi yang cerah ini nasib ku selalu sama. Kenapa aku harus home schooling ??? kenapa hanya aku saja yang home schooling ??? sedangkan kedua adikku Yemima dan Andre masuk sekolah formal ? Aku malas banget home schooling… rasanya pengen kabur dan masuk sekolah formal aja seperti kedua adikku. Tapi itu hanya mimpi ku yang akan susah untuk diwujudkan, mungkin  hanya terwujud setelah ada keajaiban dunia.”

“Bunda, pak Mulyo belum datang ya ?” Belum kezia… mungkin beliau terkena macet di jalan. “Bunda, kenapa sih aku nggak masuk sekolah formal saja seperti Yemima dan Andre ?” Kezia.. Kezia…  kamu sendiri tau kan kenapa kamu ikut Home Schooling ? Ya Aku tau, karena penyakit asma ku ini kan ? dan Bunda selalu khawatir kalau asma ini kambuh. Nah, itu kamu tau . Tapi Bunda, disini Aku tidak punya teman dan dari Aku kecil Aku selalu home schooling   . Aku ingin sekali punya banyak teman, menjalin persahabatan , bermain , tapi Bunda nggak pernah ngerti !

Tiba- tiba …

“Selamat Pagi ” oh Pak Mulyo, silahkan masuk pak ! Kezia nya sudah lama menunggu . Akhirnya perdebatan ku dan Bunda terputus oleh kedatangan Pak Mulyo. “ Kezia apa kabar mu nak ?” baik kok pak ! “siap memulai pelajaran hari ini ?” hmmm… ya .

Hari ini aku belajar bahasa Inggris dengan pak Mulyo , Ku akui Pak Mulyo adalah sosok guru bahasa inggris yang cerdas , up to date dan keren . Dialah orang yang membuat Aku fasih berbahasa inggris .

Tak terasa sekarang sudah menunjukkan jam dua siang. Home Schooling hari ini berakhir sudah . Aku selalu berhayal seandainya saja Aku bisa masuk sekolah formal ! “Kezia, kamu benar – benar ingin masuk sekolah formal ?” Tanya Bunda pada Ku.  Aku hanya diam dengan raut wajah cemberut berat . Aku memutuskan untuk berdiam diri di kamar dan meninggalkan Bunda.

Aku hanya merenung di kamar , Aku berfikir mungkin Aku tadi terlalu kasar pada Bunda. Aku tau kalau Aku terlalu egois sejak Aku ingin masuk sekolah formal . Mungkin Aku harus segera minta maaf pada Bunda. Ku cari Bunda di kamarnya ternyata bunda tidak ada disana , ku cari lagi di depan rumah ternyata tak ada juga. hmm… Wangi apa ini ? sepertinya Aku tau Bunda ada dimana !

Bunda , Aku minta maaf ya atas sikap ku tadi . Iya…  sayang , tapi ingat kamu jangan ngambek lagi ya , Bunda takut penyakit asma kamu kambuh lagi . Oke deh Bunda !

Bunda lagi masak apa sih ? Harum banget, harumnya sampai ke kamar Aku . Oh, Bunda lagi masak nasi goring ikan tuna kesukaan kamu . Hah ? yang bener nih Bunda ? wuah asyik , pasti lezat . Kezia kamu bantuin Bunda ya , kamu siapin piring dan gelas . Oke deh Bunda ! oya Kezia panggil Yemima , Andre dan Ayah suruh mereka menunggu di meja makan   . Sip Bunda !

“Wuih…. lezat nih Bunda !” sahut Yemima dan Andre serempak . “Iya nih kayaknya lezat juga”  kata Ayah mnambahi perkataan Yemima dan Andre . “Ya sudah , sebelum kita makan makanan ini mari kita bersatu dalam doa” sahut Bunda.

Allah Bapa Kami yang bertahta di dalam Kerajaan Sorga , Puji Syukur Kami panjatkan ke hadirat Mu Bapa ,atas kasih Mu yang luar biasa , sehingga sampai saat ini engkau masih mempercayakan nafas kehidupan kepada kami . Bapa, kami juga mengucapkan terimakasih atas makanan yang Engkau sediakan bagi kami pada saat ini , kiranya Engkau berkati makanan dan minuman yang  akan kami makan . Kami juga berdoa untuk orang – orang yang ada di sekitar kami yang kekuragan makanan , kiranya Engkau yang memberkati mereka . Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa dan mengucap syukur , Amin .

Satu jam setelah makan malam….

Kezia , Ayah dengar dari Bunda katanya kamu ingin masuk sekolah formal ya ? “sebenarnya iya , yah” jawabku dengan pelan . Tadi Ayah dan Bunda sudah membahas hal ini  ,dan kami memutuskan kalau anak Ayah yang cantik ini boleh masuk sekolah formal . Hah ? Ayah dan Bunda bercanda ya ? Aku nggak mimpi kan ? “nggak kok sayang ini kenyataan !” kata Bunda sambil memelukku erat.

Keesokan harinya Bunda pergi diam – diam tanpa sepengetahuan Kezia . Bunda pergi ke SMA 77 Bandung untuk mendaftarkan Kezia sebagai siswa baru.

Bi Sumi Bunda kemana ya ? kok pagi – pagi dah menghilang gini sih ? wah Saya kurang tau non .  Non Saya permisi dulu mau angkat telepon . Oh , ya silahkan bi . Non…. teriak Bibi memanggilku . Kenapa bi ? ini ada telepon dari Bunda .

“Halo , Bunda ya ? Bunda lagi di mana kok pagi –pagi sudah pergi ke kantor ? ini kan baru jam tujuh ?” Kezia Bunda tidak di kantor , sekarang Bunda lagi di SMA 77 Bandung . “ hah ? Bunda sejak kapan jadi guru ?” bukan sayang , Bunda ke sini ya untuk daftarin kamu . Bunda serius kan ? iya sayang . “hore !!!”  ya sudah kamu tunggu Bunda di rumah ya . “Oke Bunda” jawab Ku dengan riang .

Aduh , perasaanku kok  jadi tidak enak begini ya ? tak lama kemudian telepon rumah Ku berbunyi . Halo selamat pagi ? ya pagi . Apa benar ini rumah Ibu Maria ? Ya , ada perlu apa dengan Bunda saya ? apakah anda anaknya ? ya benar ? Bunda anda mengalami kecelakaan dan sekarang beliau sedang ditangani dokter di ruang UGD Rumah Sakit Kasih Bandung . Air mata Ku pun berjatuhan , rasanya dada ku langsung sesak . Tetapi untungnya asma ku tidak kambuh . Aku langsung menelepon Ayah untuk memberitahukan hal ini.

Setibanya kami di rumah sakit , dada ku semakin sesak , nafas ku semakin susah namun ku tahan semua rasa sesak ini hanya untuk Bunda. Aku melihat Bunda terbaring lemas di UGD . Tak lama setelah kami datang , Bunda langsung sadar dan menyebut namaku . Kezia , ya Bunda . Kezia Bunda sudah mendaftarkan kamu ke sekolah formal , Bunda harap kamu belajar yang rajin ya ,  kamu juga harus jaga adik – adikmu . Bunda minta maaf  kalau Bunda punya salah sama kamu .

Bunda harus kuat ya , Kezia janji Kezia akan rajin sekolah dan jadi anak yang pintar . Jangan menangis lagi ya nak , Bunda sayang kamu , Ayah , Yemima dan Andre. Tiba –tiba Bunda menutup matanya dan terbaring kaku . “Bunda…..!!” teriakku .

Kini Bunda telah pergi . Ini semua adalah kesalahan Ku , seandainya saja Aku tidak pernah meminta untuk sekolah di sekolah formal , pasti hal ini tak akan pernah terjadi . Hal ini menjadi mimpi buruk ku .

Bunda Kezia janji walaupun Bunda sudah tidak ada lagi , Kezia akan berusaha untuk menjadi anak yang pintar , semangat , patuh dengan Ayah  , dan Kezia akan menjaga Yemima dan Andre .  Kezia janji Bunda .

 

by:  MOS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: