asal usul hari NATAL…

Bagaimanakah sebenarnya asal-usul Hari Natal ini? Hari yang kita peringati bersama sebagai hari kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus. Mengapa Hari Natal ini dirayakan secarah sangat meriah? Mengapa harus tanggal 25 Desember? Mengapa harus memakai Pohon Natal yang dihias dengan berbagai hiasan? Bahkan hiasannyapun dalam bentuk dasarnya serupa (dengan beberapa variasi di sana-sini), yaitu lampu, bola-bola, malaikat perempuan, bintang di puncak pohon, salju sebagai penghias pohon, kaus kaki, dll. Dan juga pohonnya pun tidak sembarang pohon, tetapi yang menyerupai pohon cemara. Mengapa pula harus membuat kue-kue dan tukar-menukar hadiah? Bagaimana pula dengan Sinterklas yang mendunia? Bukankah kelahiran Yesus yang tertulis di Alkitab tidak menyertakan semua itu? Lalu apakah artinya hal-hal ini? Apakah kita selama ini dibohongi? Ataukah semua itu memiliki arti yang alkitabiah?

Dan segudang pertanyaan lain bagi orang Kristen yang kritis mengenai pelaksanaan Hari Natal. Ada yang sangat mendukung Perayaan Natal, ada yang menolak bahkan sangat anti, dan ada yang biasa-biasa saja, mau ada atau mau tidak ada Perayaan Natal gak ada masalah.

Jujur saja, banyak dari kita hanya ikut-ikutan tanpa mengerti arti yang sebenarnya. Dengan dasar pemikiran seperti inilah maka tulisan kecil ini dibuat, meskipun bukan merupakan penjelasan mendetil, tetapi setidaknya kita bisa mengerti secara garis besar dan mengetahui keputusan apakah yang harus kita ambil.

Asal muasal Hari Natal jika dilacak sebenarnya tidak begitu jelas. Mari kita simak beberapa poin
di bawah ini :

Encyclopedia Britannica 2000 dengan topik ‘Christmass’ menyebutkan : “Alasan mengapa Natal sampai dirayakan pada tanggal 25 Desember tetap tidak pasti, tetapi paling mungkin alasannya adalah bahwa orang-orang kristen mula-mula ingin tanggal itu bertepatan dengan hari raya kafir Romawi yang menandai ‘hari lahir dari matahari yang tak terkalahkan’ …; hari raya ini merayakan titik balik matahari pada musim dingin, dimana siang hari kembali

memanjang dan matahari mulai naik lebih tinggi di langit.

Ada juga menganggap hari ini berasal dari Perayaan di Kerajaan Roma, yaitu di bulan Desember dirayakan Perayaan Saturnalia, yaitu perayaan terhadap Dewa Saturnus yang merupakan Dewa Pertanian.

Bangsa Iran juga memiliki satu dewa misterius yang bernama Mithra, Sang Surya Kebenaran,
yang hari kelahirannya dirayakan pada tanggal 25 Desember.

Encyclopedia Britannica 2000 dengan topik ‘from church year Christmas’: Para penghitung waktu Kristen dari abad ketiga percaya bahwa penciptaan dunia / alam semesta terjadi pada musim semi di saat siang dan malam sama lamanya, yang pada saat itu dianggap sebagai tanggal 25 Maret; karena itu penciptaan baru dalam inkarnasi (yaitu ‘pembuahan’ / mulai adanya janin Kristus) dan kematian Kristus harus terjadi pada hari yang sama, dengan kelahiranNya 9 bulan berikutnya pada titik balik matahari pada musim dingin, 25 Desember.

Di Mesir, ada satu perayaan yang sangat meriah pada tanggal 25 Desember yaitu merayakan hari lahir Matahari, yang dilahirkan oleh seorang Perawan Surgawi. Penyembahan terhadap Perawan Surgawi ini ternyata tidak hanya di kenal di Mesir, tetapi di kenal di daerah-daerah Timur tengah sebagai penyembahan Ibu Agung, atau ada yang menyebutnya Astarte.

Dalam Yeremia 7:16-19, terdapat ayat mengenai Penyembahan terhadap Ratu Sorga, di mana kebiasaan penyembahan tersebut mirip dengan kebiasaan pada waktu Natal (pada zaman ini telah ‘di-modern-kan’), seperti dalam ayat 18: Anak-anak memungut kayu bakar, bapa-bapa menyalakan api dan perempuan-perempuan meremas adonan untuk membuat penganan persembahan bagi ratu sorga. Nah, Ratu Sorga ini sama dengan Perawan Surgawi di Mesir atau Ibu Agung di daerah Timur.

Jika kita melacak lebih jauh lagi di sejarah, maka kita akan mendapati bahwa sebenarnya bentuk Perayaan Natal ini telah ada pada zaman sebelum Tuhan mengacau-balaukan bahasa dunia di Menara Babel pada Kejadian 10. Begitu tuanya asal-usul perayaan Natal ini, dan Perayaan ini sama sekali tidak ada unsur Kristianinya jika dilihat dari asal-usul sejarahnya.

Mari kita perhatikan apa yang dikemukakan oleh Alexander Hislop dalam bukunya: “The Two Babylons”. Menurut penelitiannya, dia menemukan bahwa Kush yang disebut dalam Kej 10:6 (yang merupakan anak dari Ham – cucu dari Nuh) adalah pemimpin dari wilayah Babilonia di Timur Tengah (membawahi sekitar 400 suku) dan mempunyai istri yang bernama Semiramis. Kush ini disembah sebagai Dewa Matahari oleh suku di Babilonia. Tetapi ketika Semiramis hamil, Kush mati. Karena itu Semiramis berkata bahwa anak yang dikandungnya adalah titisan dari Dewa Matahari, yaitu ayahnya sendiri dan Semiramis memberi nama Nimrod kepada anak yang masih dikandungan itu. Nama Nimrod ini muncul dalam Kej 10:7, yang merupakan keturunan dari Kush.

Setelah Semiramis berdoa kepada Dewa Osiris (Dewa matahari yang di puja di Mesir), dia mendapat petunjuk agar merayakan kelahiran Nimrod dengan memakai pohon evergreen, di pohon itu digantung berbagai hiasan penyembahan dan harus dirayakan dengan mengambil kayu bakar, meremas adonan dan membuat kue-kue yang enak. Hiasan pada pohon evergreen itu yang pertama adalah gantungan yang berbentuk apel, yang bulat, yang melambangkan penyembahan terhadap Nimrod, Sang Dewa Matahari yang akan lahir. Kemudian hiasan bintang, yang melambangkan Semiramis sendiri, lalu hiasan malaikat wanita, yang ditempatkan di puncak pohon, yang merupakan malaikat pelindung Nimrod. Ini semua disediakan menjelang kelahiran Nimrod, dan tanggal lahir Nimrod ini adalah tanggal 25 Desember. (Betapa dekatnya hal-hal ini dengan Perayaan natal yang kita rayakan sekarang).

Setelah Nimrod berkuasa, dialah yang memimpin untuk mendirikan menara Babel di Kej 10, lalu Tuhan mengacau-balaukan bahasa di menara Babel sehingga terbentuk banyak kelompok- kelompok yang menyebar ke seluruh belahan dunia. Penyembahan terhadap Nimrodpun terbawa juga ke seluruh dunia dan berkembang dan berubah sesuai dengan suku atau daerahnya. Inilah asal-muasal Hari Natal yang sebenarnya.

Lalu bagaimana dengan sikap kita setelah mengetahui perkara ini? Ada tiga kelompok utama :
1.Kelompok Tradisi Natal
Kelompok ini menikmati Perayaan Natal sebagai Hari untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus. Meskipun mereka mengetahui bahwa Perayaan Natal sama sekali tidak ada asal-usul kristianinya, mereka tetap merayakannya, karena semua orang juga merayakan Natal.

Kelompok ini seolah-olah menutup mata dan sama sekali tidak berpikir dengan kritis dan menguji bagaimana hubungan Natal dan orang Kriten, benarkah Sinterklas itu ada, benarkah tanggal lahir Yesus 25 Desember, apa maksud pohon natal dan hiasan-hiasannya, dan lain sebagainya. Karena dari dulu Natal dirayakan dan semua orang merayakannya, maka saya juga harus merayakannya. Ini sudah tradisi kekristenan bagi mereka yang harus dilakukan. Cukup banyak orang Kristen yang termasuk kelompok ini. Ini adalah perayaan yang secara rutin harus dilakukan bagi mereka.

2. Kelompok anti-Natal

Kelompok ini sangat ekstrim dan sangat anti terhadap segala sesuatu yang berbau Natal. Mereka percaya bahwa merayakan Natal adalah suatu pencemaran dalam kekristenan. Banyak hal-hal yang tidak ada di Alkitab yang dilakukan pada saat Natal, seperti tanggal 25 Desember, pohon Natal, mengirim kartu Natal, ucapan selamat Natal, penggunaan lilin pada acara natal, Sinterklas dengan hadiah-hadiahnya dan lain-lain, yang memang tidak ada di alkitab, tetapi sangat akrab pada saat perayaan Natal. Mereka percaya bahwa merayakan Natal berarti membuat Allah sakit hati, karena penyembahan Natal sebenarnya bukan kepada Yesus, tetapi kepada Allah lain. Kelompok ini dengan keras menolak untuk ikut ambil bagian dalam Perayaan Natal.

3.Kelompok pro-Natal

Kelompok ini mengetahui dengan jelas bagaimana Natal itu sebenarnya. Mereka menguji segala sesuatu yang berkaitan dengan Natal dan dapat membedakan mana yang salah dan berdosa dan mana yang diperbolehkan dalam merayakan Natal. Pengetahuan kelompok ini sama dengan pengetahuan kelompok kedua, tetapi bedanya, kelompok ini masih mau untuk merayakan Natal, tetapi tentu tidak lagi dengan ‘kebutaan’ seperti kelompok pertama, tetapi dengan motivasi dan tujuan yang berbeda. Bukan untuk bergembira merayakan kelahiran Kristus bersama-sama, tetapi untuk menjangkau jiwa-jiwa bagi Kristus. Kelompok ini ‘memanfaatkan’ Perayaan Natal untuk membagikan kasih Kristus kepada banyak orang-orang Kristen ‘kapal selam’, yang sering muncul hanya pada saat Perayaan Natal di bulan Desember. Pada bulan inilah mereka mau membuka hati untuk mendengar Firman. Momen ini yang dipakaiuntuk melayani mereka (dengan follow-up tentunya). Hal-hal yang jelas-jelas salah tidak lagi dilakukan, seperti memasang hiasan malaikat wanita, yang sama sekali tidak alkitabiah, tetapi mengirim kartu Natal kepada seseorang tidak ada salahnya secara alkitab. Jadi kelompok ini merayakan Natal dengan cara ‘memurnikan’ natal itu dan memiliki tujuan yang bersifat kekal, yaitu menjangkau jiwa. Tetapi adat kebiasaan Natal tidak lagi merupakan sesuatu keharusan yang melekat dalam tingkah laku, karena perayaan natal tidak akan terbawa sampai ke surga.

Bagi kelompok kedua, kelompok ketiga adalah kelompok yang berkompromi dengan dosa, sebaik apapun alasannya. Bagi kelompok ketiga, kelompok kedua terlalu ekstrim dan kaku. Saya disini dengan jelas mau mengkritik kelompok pertama yang ‘buta’ dan karenanya sangat mudah untuk ditipu dan diombang-ambingkan oleh zaman yang jahat ini. Tuhan berkata bahwa : ‘Jika tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat’ (Ams 29:18), dan ‘orang benar diselamatkan oleh pengetahuan’ (Ams 11:9). Tetapi untuk kelompok kedua dan ketiga, saya tidak mau menghakimi mana yang benar, keduanya telah menguji segala sesuatu dan berjalan dalam Firman. Rasul Paulus berkata: ‘Hendaklah masing-masing yakin dalam hatinya sendiri’.

Semoga tulisan ini dapat membuka pikiran kita untuk lebih banyak lagi belajar dan menguji segala

sesuatu.

 

sumber: http://stendanson.wordpress.com/2010/12/09/asal-usul-hari-natal/

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: